PAKAI MASKER ATAU TIDAK, SAAT BEROLAH RAGA

Virus Corona yang dikenal dengan nama Virus Covid-19 bermutasi dari Wuhan, China ke Indonesia pada awal tahun 2020. Pada saat itulah masyarakat kita mulai mengenal istilah 3 M yaitu, Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan. Untuk melindungi diri dari tertularnya Virus Covid-19

Maka Pemerintah Indonesia menganjurkan masyarakat menggunakan masker sebagai alat pelindung diri. Anjuran ini  sangat penting, tidak terkecuali bagi mereka yang suka ber olahraga.

Yang menjadi pertanyaan….

Apakah boleh seseorang ber olahraga sambil menggunakan masker?
Apakah menggunakan masker saat ber olahraga tidak mengganggu pernapasan atau mengurangi asupan oksigen kedalam tubuh?

Tujuan orang berolahraga secara umum ada 2 yaitu untuk performance dan kebugaran.

Olahraga untuk performance biasanya dilakukan oleh para atlet yang memiliki target tertentu, yaitu untuk meningkatkan performance fisik mereka.

Olahraga untuk performance memiliki intensitas tinggi yang ditandai dengan denyut nadi tinggi, pernapasan cepat dan sulit berbicara saat beraktifitas olahraga.

Contoh; olahraga basket dan sepakbola.

Jadi, penggunaan masker seharusnya dihindari untuk olahraga berat, karena kebutuhan akan oksigen sangat tinggi dan memakai masker akan menghambat pertukaran udara.

Tetapi berkaitan dengan pencegahan penularan Covid-19, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) tidak menganjurkan olahraga dengan intensitas tinggi.

Yang dianjurkan adalah olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang, yaitu olahraga yang ditandai dengan denyut  nadi yang tidak terlalu tinggi.

Penggunaan masker untuk olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang relatif aman selama si pemakai tidak ada masalah dengan jantung dan pernapasan.

Jadi penggunaan masker saat berolahraga ringan diluar ruangan dapat dilakukan dan cukup aman bagi si pemakai.

Berkaitan dengan penggunaan masker sebagai salah satu cara mencegah penularan Covid- 19, KEMENKES RI memberi himbauan tentang masker yang benar.

Ada 3 jenis masker yang benar dan direkomendasikan yakni masker N95, masker bedah dan masker kain.

  1. Masker N95 adalah masker dengan standard yang tinggi (emas) dan biasanya digunakan tenaga medis  yang bertugas di laboratorium
  2. Masker medis (bedah) digunakan oleh petugas medis dirumah sakit  saat perawatan atau pada saat melakukan tindakan pembedahan pasien.
  3. Masker kain adalah masker yang banyak digunakan oleh masyarakat umum dan harus memenuhi krriteria yang tidak boleh berbahan tipis.

Masker terdiri dari 3 lapis kain dan penggunaan maksimal 3 jam untuk selanjutnya diganti dengan masker baru atau bersih.

Ketika kita melakukan olahraga dengan intensitas ringan atau sedang gunakan masker kain atau masker bedah.

Sedangkan olahraga dengan intensitas tinggi jika terpaksa harus menggunakan masker yang ada ventilasi udaranya.

Mari saling mengingatkan satu dengan yang lain agar disiplin menggunakan masker!

Sayangi diri sendiri, keluarga dan orang-orang yang dikasihi dengan tetap disiplin menggunakan masker… juga pada saat seseorang sedang berolahraga.

INGAT PESAN IBU….JANGAN LUPA MEMAKAI MASKER !!

Rekomendasi Bacaan: MENS SANA IN CORPORE SANO

Dibalikmedali/SR

Sobat Sporty, dalam kondisi yang mematikan seperti ini, yang mengharuskan kamu memakai masket kapanpun, bukan berarti kamu harus bungkam mulut, yang dalam melumpuhkan hidupmu. Jika kamu sedang memiliki masalah berat, namun tidak ada tempat ungtuk bercerita yang aman dan nyaman.. Silakan klik tombol berwarna merah yang ada di kanan bawah, dan terhubunglah dengan Sahabat yang memahami dan menghargaimu apa adanya.

Saudara juga dapat terhubung dengan mentor online melalui sistem email yang akan merahasiakan nama dan alamat email Saudara, dengan mengisi form di bawah ini.

Enable javascript in your browser if this form does not load.

Scroll to Top