SANTUY, Bro!

Orang bijak  mengatakan bahwa hidup adalah pilihan. Benar tidaknya, walahualam. Logikanya, tiap pilihan memang akan menghasilkan konsekuensi dan  hasil akhir yang berbeda.

Anthony Lee Ervin bisa jadi adalah salah satu contohnya. 

Perjalanan atlet renang ini benar-benar berwarna. Dimulai dari orang tuanya: ayahnya yang  seorang Afrika dan ibunya yang seorang Yahudi Amerika.

Sejak kecil Anthony mengidap Tourette’s Syndrome, yakni suatu gangguan system syaraf yang menyebabkan gerakan yang berulang dan suara yang tidak diinginkan. Karenanya, Anthony sangat menikmati olahraga renang,  karena melalui olahraga ini membuatnya merasa percaya diri. Jadi, syndrome yang dialaminya seakan terkesampingkan karena olahraga tersebut.

Dalam perjalanan hidupnya, melalui latihan keras pada  olahraga yang  dia sukai ini, ia 2 kali  memenangkan medali emas 50 meter gaya bebas. Yang pertama, Anthony memenangkan medali emas pada Olympiade 2000, Sydney. Setelahnya, Anthony memutuskan rehat dari olahraga tersebut.

Catatan kelam  kehidupannya kemudian terisi dengan fakta-fakta ini: seorang yang depresi, terlibat alcohol dan penyalahgunaan obat-obatan,   menyetir dalam kecepatan sangat tinggi, mengendarai motor secara brutal dan banyak pelanggaran-pelanggaran lainnya. Bahkan ada  masa dimana Anthony bahkan tidak bisa bangkit dari sofa oleh karena  depresi yang terlalu parah. 

Ekstrimnya lagi, bahkan tato pada seluruh tubuhnyapun sampai memperlihatkan seakan-akan tubuh Anthony mengeluarkan tinta sendiri, demikian pendapat orang tentang ”kedalaman dan kepenuhan” tato yang dimilikinya.

Berhenti sampai disini? Tidak!

Ia bahkan  melakukan upaya bunuh diri dengan meminum semua obat untuk meredakan syndromenya sekaligus. 

Sampai pada tahap ini, seolah-olah tidak ada lagi harapan bagi seorang Anthony.

Walau sisi baiknya,ia memiliki hati yang rela membantu dengan melelang medali tersebut sebagai upaya penggalangan dana untuk korban tsunami 2004 di Samudera Hindia

Pada tahun 2011, Anthony memilih untuk kembali ke kolam renang, bangkit lagi dari keterpurukannya. Dan pada akhirnya di Olympiade Rio de Janeiro 2016, ia  tercatat sebagai manusia  tertua yang memenangkan gaya bebas 50 meter. Mendapatkan satu medali emas lagi pada saat  usianya 35 tahun.

Sedang terpuruk bro n sis?  Terpuruk atau bermasalah  wajar, kog. Semua orang mengalaminya, bisa berkali-kali bahkan. Tapi jangan berlama-lama, pilihlah untuk segera bangkit, ciptakan juara baru dalam hidupmu. Anthony Lee Ervin salah satu contohnya.

Bisa yuukk,  bisaa …  (YK)

Kami menyediakan ruangan live chat yang akan menghubungkan Saudara dengan mentor online yang akan memberikan motivasi untuk keluar dari masalahmu. Caranya, klik tombol chat berwarna merah di sebelah kanan bawah layar saudara.

Atau Saudara juga dapat terhubung dengan mentor online melalui sistem email yang akan merahasiakan nama dan alamat email Saudara, dengan mengisi form di bawah ini.

Enable javascript in your browser if this form does not load.

Scroll to Top