IT’S OKAY TO NOT BE OKAY

Pesenam Simone Biles: MENGUNDURKAN DIRI SESAAT SEBELUM BERTANDING

Foto credit: buzzfeednews.com

Selama delapan tahun Simone Biles telah membawa olahraga senam ke tingkat yang lebih tinggi. Dia telah mengumpulkan 30 medali Olimpiade dan kejuaraan dunia serta menguasai empat skill senam.
Di Olimpiade Tokyo dia digadang-gadang akan memimpin tim senam Amerika merajai perolehan medali, dan dia akan mempertahankan gelar yang diperolehnya di Olimpiade Rio. Simone dengan cepat telah menjadi yang terdepan untuk digelari sebagai “GOAT” di olimpiade Tokyo, the “Greatest of All Time,” yang terbesar di sepanjang jaman.

Namun ….
Dunia dikejutkan ketika atlet terbesar sepanjang jaman itu mundur dari pertandingan final senam artistik lantai, bukan karena alasan cedera fisik!!!
Pada saat pemanasan Rupanya dia hanya bisa melakukan satu putaran dari dua putaran yang direncanakan. Dia mengalami kondisi kehilangan arah di udara saat melakukan putaran. 
Berharap kondisinya membaik, dia telah siap di landasan, tapi kemudian memberi hormat kepada hakim dan berjalan keluar dari podium dengan tampak bingung.

“Saya tidak percaya diri”, katanya kepada pelatihnya saat dia berjalan keluar dari arena.
Biles kembali menyampaikan kabar kepada rekan satu timnya, dia tidak akan melanjutkan kompetisi. Dia tetap di pinggir lapangan, menyemangati mereka saat mereka meraih posisi kedua sebagai sebuah tim.
Setelah kompetisi, Biles berkata, Saya tidak ingin maju ke tempat laga dan melakukan sesuatu yang bodoh dan terluka … jadi saya tahu diri bahwa saya harus mundur selangkah.”

Biles kemudian terindikasi mengalami “twisties,” sebuah fenomena psikologis di mana seorang pesenam kehilangan kesadaran di udara dan kehilangan kendali atas tubuhnya. Tentu saja hal ini sangat berbahaya. 
Dia beruntung masih bisa mendarat dengan selamat saat pemanasan, kebanyakan yang terjadi adalah atlet terluka sangat serius.
Olahraga senam mengajarkan atlet untuk menyembunyikan rasa sakit mereka, berusaha mengatasi kesulitan dan tegar dengan segala cara.

Biles telah menantang budaya itu dan mundur pada saat yang tepat. (HS)

Bagaimana perasaanmu jika apa yang seharusnya dapat kamu raih, gagal begitu saja? Apakah orang di sekelilingmu masih melihatmu sebagai Pahlawan, atau sebaliknya kebanggaan mereka sirna bersama hilangnya medali kemenangan yang tidak bisa engkau raih?ang seharusnya dapat kamu raih, gagal begitu saja?
Apakah yang paling berharga dalam hidupmu, sehingga kamu rela melepaskan apa yang kamu impikan? 

Sobat Sporty, Jika saat ini hidupmu dikelilingi oleh orang-orang yang tidak peduli dengan perasaanmu, namun kamu butuh orang lain yang mau mendengarkan, silakan klik tombol berwarna merah yang ada di kanan bawah, dan terhubunglah dengan seorang Sahabat yang akan memahami dirimu!

Saudara juga dapat terhubung dengan mentor online melalui sistem email yang akan merahasiakan nama dan alamat email Saudara, dengan mengisi form di bawah ini.

Enable javascript in your browser if this form does not load.

Scroll to Top