Si Woles, Orsippus!

Sempat ramai beberapa waktu lalu karena curhatan seorang ibu yang meminta agar olahraga volley pantai
ditiadakan.

Alasannya?

Pakaiannya terlalu minim!
Khawatir anak-anak yang menontonnya akan terganggu dengan pemandangan yang ada, demikian kata si ibu. 

Well, batasan minim atau tidak memang relatif. 
Tapi berkaca pada pelaksanaan pertandingan di Olympiade kuno, mungkin kita bisa belajar sesuatu.

Orsippus dari Megara, Yunani tercatat sebagai pemenang lari 185 m pada Olympiade 720 SM. Pada saat berlari, cawatnya terlepas. Alih-alih bersembunyi karena malu, Orsippus tetap berlari dan akhirnya memenangkan pertandingan. 

Kemenangannya abadi tercatat dan  apa yang dilakukan Orsippus dianggap sebagai penghormatan pada dewa Zeus, dewa tertinggi yang disembah orang Yunani.

Kembali pada protes tentang pakaian olahraga yang dianggap terlalu minim,  rasanya permasalahannya bisa diurai, berkaca pada apa yang dilakukan Orsippus. Selama para atlet memakai pakaian tersebut untuk mendukung mereka berhasil dalam pertandingan, why not? 

Sebagaimana kita ketahui, pakaian memang sangat berpengaruh pada gerakan. Itulah sebabnya pakaian dibuat dan dipakai sesuai keadaan dan kebutuhan. Secara khusus atlet volley pantai, angin mudah ‘mengganggu’ pakaian yang dikenakan karena tempat pelaksanaan olahraga tersebut adalah di tepi pantai, sangat berangin. Salah kostum pasti akan mempengaruhi dan dan mengganggu gerakan mereka. 

Hal yang sama juga sebenarnya berlaku untuk olahraga yang lain, sehingga tiap-tiap cabang olahraga memiliki standar sendiri dalam pakaian dan asesoris lainnya. Bagaimana mungkin, atlet berjuang di arena dan masih harus berbagi fokus dengan penampilan dan pakaian resmi yang menghalangi gerakan mereka? 

Lagipula, di arena olahraga, yang ditampilkan adalah daya tarik olahraga dan bukan seks. Atau, kalau logikanya dibalik; kita bisa mengingatkan bahwa untuk menikmati daya tarik seks, bukan arena olahraga tempatnya.

Bagaimanapun, Orsippus dari Megara sudah meninggalkan teladan: untuk  menang, perlu fokus pada tujuan. Banyak hal yang mengganggu, dan menuntut perhatian. Pencemoohpun tak kalah banyaknya. Jalan saja, berlari saja, hanya berhenti kalau tujuan sudah tercapai.

Maka benarlah pepatah usang yang mengatakan : anjing menggonggong kafilah berlalu. Woles aja, kata anak muda sekarang.

Hidup terkadang memang sereceh itu, yaa …

Kami menyediakan ruangan live chat yang akan menghubungkan Saudara dengan mentor online yang akan memberikan motivasi untuk keluar dari masalahmu. Caranya, klik tombol chat berwarna merah di sebelah kanan bawah layar saudara.

Atau Saudara juga dapat terhubung dengan mentor online melalui sistem email yang akan merahasiakan nama dan alamat email Saudara, dengan mengisi form di bawah ini.

Enable javascript in your browser if this form does not load.

Scroll to Top