Banyak orang mengenal siapa Franz Beckenbauer, seorang legenda sepakbola Jerman. Bahkan dia dijuluki de Kaiser, sang kaisar di lapangan hijau.
Tahun 1972 dia memimpin tim Jerman menjuarai piala Eropa. Bahkan setelah itu dalam piala dunia 1974 di Jerman, dia memimpin tim Jerman mengalahkan tim kuat Belanda untuk menjadi juara dunia.
Namanya kemudian melegenda dalam dunia sepak bola. Apalagi Ketika dia mengemukakan sebuah posisi dalam bermain yang kemudian dikenal dengan istilah ‘libero‘.
Sebagai pemain, namanya cukup tenar. Namun dia juga ingin dikenal sebagai pelatih yang handal.
Setelah kalah di final melawan tim italia di Piala Dunia 1982, tim Jerman mencari seorang pelatih yang dapat diandalkan.
Tanpa banyak bicara, tahun 1986, Frans Beckenbauer menerima tawaran untuk membawa tim Jerman masuk dalam piala dunia, yang diadakan di Mexico.
Melihat kekuatan musuh yang harus dihadapi, memang persiapan Jerman kelihatan belum cukup.
Namun….
hal itu tidak membuat dirinya mundur. Satu demi satu musuh dikalahkan sampai mereka memasuki semi final. Bahkan dalam pertandingan ini mereka dapat mengalahkan tim kuat Perancis dengan skor 2 : 0.
Akibatnya mereka harus berhadapan di final melawan tim kuat lainnya, Argentina dengan Diego Armando Maradonanya.
29 Juni 1986, di Stadion Azteca Mexico berhadapan tim Tangguh Eropa lawan Amerika Latin. Namun sayang Jerman dikalahkan oleh Argentina dengan skor 3 : 2.
Semua anggota tim Jerman menangis karena kekalahan ini. Namun sebagai pelatih, Frans mengatakan “bahwa ini bukanlah sebuah kekalahan, tetapi sebuah sukses yang tertunda.”
Waktu berjalan cepat…
Empat tahun berikutnya Piala dunia diadakan di benua Eropa – di Italia. Tahun 1990 Jerman datang ke Italia dengan tekad untuk membayar kesuksesannya yang tertunda empat tahun lalu.
Namun musuh musuh yang dihadapi tidaklah mudah. Bahkan tim nasional Belanda dengan pasukan supernya sudah menunggu. Akhirnya mereka dapat mengalahkan semua musuh, satu demi satu.
Waktu yang ditunggu-tunggu itupun tiba, 8 Juli 1990 di stadion Olimpico, Roma…
Berhadapanlah musuh bebuyutan yang empat tahun lalu juga masuk ke final: Jerman melawan Argentina.
Serangan silih berganti, penonton dari kedua belah pihak tegang menyaksikan pertandingan ini. Akhirnya Jerman memenangkan pertandingan ini dengan skor tipis 1 : 0.
Tim Jerman menuntaskan hutang empat tahun yang lalu dengan mengalah tim yang mengalahkan mereka di final Piala Dunia 1986.
Baca juga: Tidak Sekedar Juara

Apa pesan moralnya?
Rahasia mental juara, terletak pada kemauan keras yang tidak pernah mau menyerah kepada masalah. Jangan pernah menyerah menghadapi masalah dan pergumulan kita setiap hari.
Ada masa-masa sulit dan kelihatan tidak ada harapan, namun jika kita percaya dengan kerjasama tim dan kerja keras, pasti semua dapat diselesaikan.
Baca juga: Terbebas Dari Kondisi Sulit Dan Meraih Kemenangan
Franz Beckenbauer menjadi salah satu pemain sepak bola yang menjuarai piala dunia sebagai pemain dan juga sebagai pelatih. Mental juaranya yang membuat dia sanggup melakukan semua itu.
Dibalikmedali/WS
Tahukah kamu? dibalikmedali ada mental-mental sang juara yang sejati. Seperti apakah mentalitas seorang juara sejati? Temukan jawabannya melalui share bersama kami dibalikmedali.com dengan meng-klik tombol chat berwarna merah yang ada di sebelah kanan bawah layar anda.
let share your strory to us